Indikator Asam Basa (Kimia)

Wednesday, January 16th 2013. | rumus kimia
advertisement

Indikator Asam Basa (Kimia)- Apakah yang dimaksud dengan indikator asam basa sobat hitung? Seperti namanya, indikator asam basa, bisa diartikan sebagai zat atau materi ini digunakan untuk mengidentifikasi suatu zat itu termasuk asam, basa, atau netral. Lebih dari itu indikator asam basa buatan yang modern bisa juga bisa menghitung nilai Ph atau POH dari suatu zat. Ada banyak sekali jenis indikator asam basa yang selama ini dibunakan. Berikut ini beberapa diantara indikator asam basa yang berhasil rumushitung rangkum

1. Kertas Lakmus
Kertas lakmus pasti sudah populer di kalangan sobat hitung yang pernah praktik indikator asam basa waktu sma. Lakmus sendiri sejatinya merupakan asam lemah. Indikator asam basa ini mudah sekali penggunaannya, kita tinggal merobek kertas lakmus lalu memasukkan ke dalam larutan yang akan diuji.Berikut tabel indikator asam basa kertas lakmus:

IndikatorAsam Basa Larutan
Asam
Larutan
Basa
Lakmus Merah Merah Biru
Lakmus Biru Merah Biru

Untuk menghafalnya gampang pegang prinsip mau apapun warna kertas lakmus nya pasti Asam Merah Basa Biru

2. Indikator Asam Basa Universal
Ini merupakan indikator asam basa yang mirip lakmus tapi lebih canggih. Tidak hanya bisa membedakan zat yang diuji itu termasuk asam atau basa, tetepi juga bisa menentukan berapa Ph dari larutan yang diuji. Cara Penggunaannya mudah, cukup masukkan kertas Indikator asam basa universal ke dalam larutan yang akan diuji. Kertas tersebut akan berubah warna. Cocokan warna tersebut dengan tabel warna yang telah disediakan. Ketemu deh asam atau basa sekaligus Phnya. Lihat gambar berikut:

indikator asam basa universal3. Metil merah, Metil Kuning, Metil Orange, dan Kawan-kawan.
Banyak sekali sebenarnya zat atau senyawa kimia yang bisa dijadikan indikator asam basa, termasuk metil merah, metil kuning, bromfenol, dan lain-lain yang biasanya berbentuk cairan. Berikut ini dirangkum dalam tabel indikator asam basa lainnya..

Indikator
Asam Basa
Rentang
pH
Kuantitas
penggunaan per 10 ml
Asam Basa
Timol biru 1,2-2,8 1-2 tetes 0,1% larutan merah kuning
Pentametoksi
merah
1,2-2,3 1 tetes 0,1% dlm larutan 0% alkohol merah-ungu tak
berwarna
Tropeolin OO 1,3-3,2 1 tetes 1% larutan merah kuning
2,4-Dinitrofenol 2,4-4,0 1-2 tetes 0,1% larutan dlm 50% alkohol tak
berwarna
kuning
Metil kuning 2,9-4,0 1 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkohol merah kuning
Metil oranye 3,1-4,4 1 tetes 0,1% larutan merah oranye
Bromfenol biru 3,0-4,6 1 tetes 0,1% larutan kuning biru-ungu
Tetrabromfenol biru 3,0-4,6 1 tetes 0,1% larutan kuning biru
Alizarin natrium sulfonat 3,7-5,2 1 tetes 0,1% larutan kuning ungu
α-Naftil merah 3,7-5,0 1 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkohol merah kuning
p-Etoksikrisoidin 3,5-5,5 1 tetes 0,1% larutan merah kuning
Bromkresol
hijau
4,0-5,6 1 tetes 0,1% larutan kuning biru
Metil
merah
4,4-6,2 1 tetes 0,1% larutan merah kuning
Bromkresol
ungu
5,2-6,8 1 tetes 0,1% larutan kuning ungu
Klorfenol
merah
5,4-6,8 1 tetes 0,1% larutan kuning merah
Bromfenol
biru
6,2-7,6 1 tetes 0,1% larutan kuning biru
p-Nitrofenol 5,0-7,0 1-5 tetes 0,1% larutan tak
berwarna
kuning
Azolitmin 5,0-8,0 5 tetes 0,5% larutan merah biru
Fenol
merah
6,4-8,0 1 tetes 0,1% larutan kuning merah
Neutral
merah
6,8-8,0 1 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkohol merah kuning
Rosolik
acid
6,8-8,0 1 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkohol kuning merah
Kresol
merah
7,2-8,8 1 tetes 0,1% larutan kuning merah
α-Naftolftalein 7,3-8,7 1-5 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkohol merah
mawar
hijau
Timol
biru
8,0-9,6 1-5 tetes 0,1% larutan kuning biru
Fenolftalein
(pp)
8,0-10,0 1-5 tetes 0,1% larutan dlm 70% alkohol tak
berwarna
merah
α-Naftolbenzein 9,0-11,0 1-5 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkohol kuning biru
Timolftalein 9,4-10,6 1 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkohol tak
berwarna
biru
Nile
biru
10,1-11,1 1 tetes 0,1% larutan biru merah
Alizarin
kuning
10,0-12,0 1 tetes 0,1% larutan kuning lilac
Salisil
kuning
10,0-12,0 1-5 tetes 0,1% larutan dlm 90% alkohol kuning oranye-coklat

 4. Bunga Sepatu
Bunga sepatu merupakan salah satu  indikator alami asam basa. Bagaimana caranya? Percobaan indikator asam basa ini cukup mudah, tumbuk saja mahkota bunga sepatu. Peras airnya. Misal masih kurang tambahkan sedikit air lalu pisahkan menjadi dua wadah. Sekarang masukkan cuka makan ke wadah satu dan air kapur ke wadah  lainnya. larutan bunga sepatu yang berwarna merah akan berubah menjadi biru jika terkena larutan basa (air kapur) dan tetap merah jika terkena larutan asam (cuka makan).

5. Indikator Asam Basa Alami lainnya
Selain bunga sepatu atau Hibiscus rosa-sinensis ada masih banyak lagi indikator alami yang bisa digunakan, misalnya seperti kamboja, bunga terompet (warna puti keunguan), kunyit, anggrek dan lain-lain. Berikut ini tabel indikator asam basa alami

Nama
Bunga
Warna
Bunga
Warna
Air Bunga
Warna
(Asam)
Warna
(Basa)
Kembang sepatu Merah Ungu muda Merah Hijau tua
Terompet Kuning Kuning keemasan Emas muda Emas tua
Kamboja Merah Coklat tua Coklat oranye Coklat kehitaman
Asoka Merah Coklat muda Oranye muda Coklat
Euphorbia Pink Pink semu putih Pink muda Hijau lumut
Kunyit Kuning Oranye Oranye cerah Coklat kehitaman
Bougenville Ungu Pink tua Pink muda Coklat teh
Anggrek Ungu Ungu tua Pink tua Hijau kemerahan

 

 

advertisement

3 Responses to “Indikator Asam Basa (Kimia)”

  1. sangat kumplit
    terimakasih

  2. […] Pada awalnya, suatu zat diklasifikasikan sebagai asam atau basa berdasarkan sifat zat pada larutannya di dalam air. Sifat asam atau basa suatu zat dapat diketahui dengan mencicipinya. Suatu zat dikatakan sebagai asam jika memberikan rasa asam, sedangkan suatu zat dikatakan sebagai basa jika rasanya getir dan terasa licin. Namun, pengenalan dengan metode ini beresiko tinggi karena dimungkinkan ada senyawa kimia yang bersifat racun. Untuk mengenali sifat suatu larutan dapat diketahui dengan menggunakan indikator asam basa. […]

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Indikator Asam Basa (Kimia)