Satuan Besaran Pokok Menurut Standard Internasional (SI)

Sunday, August 4th 2013. | rumus fisika
advertisement

Besaran pokok adalah besaran yang tidak diturunkan dari besaran manaupun. Untuk lebih jelasnya silahkan baca Besaran Pokok, Satuan dan Dimensinya. Satuan dari besaran ini telah ditetapkan sebelumnya yang kemudian disebut standard internasional Sebelum adanya sistem ini, hampir di setiap negara dan tempat memiliki sistem satuannya sendiri. Misalnya saja di Indonesia kita kenal berbagai satuan panjang seperti jengkal, depa, hasta. Dibelahan dunia lain mungkin ada berbagai macam satuan lain seperti inchi, yard, kaki, dan lain-lain. Karena banyaknya satuan tersebut, timbul banyak berbagai masalah terutama saat terjadi perdagangan internasional. Coba sobat hitung bayangkan, akan ada banyak sekali alat ukur dan konversi yang digunakan. Itu sangat merepotkan.

Akibat adanya kesukaran tersebut maka munculah ide untuk menyeragamkan satuan-satuan besaran pokok tersebut. Dibentuklah sistem satuan standard yang dikenal dengan Satuan menurut Sistem Internasional (International System of Unit) yang kemudian dikenal dengan nama SI. Apa saja satuan tersebut dan dari manakah asalnya? Simak uraian berikut.

Satuan Panjang : Meter

Pada tahun 1960, dalam Konferensi Umum Timbangan dan Ukuran (CGPM : Conference Generale des Poids et Measures), ditetapkan staddar atomik untuk panjang yaitu gelombang cahaya yang dipancarkan oleh gas Krypton-86. Satu meter didefinisikan sebagai 1.650.761,73 kali panjang gelombang sinar jingga yang dipancarkan oleh atom-atom gas atom Krypton di dalam ruang hampa dalam suatu loncatan listrik. Kelebihan dari penggunaan gelombang cahaya Krypton adalah mudah dibuat ulang dengan ketelitian yang tinggi, mencapai 1/108. Sebelum penggunaan sinar Krypton, pernah digunakan “meter standard” yang terbuat dari platina iridium. Meter didefinisikan jarak antara dua goresan pada meter standar sehingga jarak dari kutub utara ke katulistiwa melalui paris adalah 10.000.000 m (10 juta m). Akan tetapi penggunaan meter standard masih banyak kekurangan antara lain

  • Sukar dibuat ulang
  • Mudah rusak (kebakaran)
  • Ketelitian tidak memadai bagi ilmu pengetahuan dan teknologi modern.

Penggunaan sinar krypton ternyata belum cukup. Kemudian ditemukan definisi meter yang lebih teliti dengan menggunakan laju cahaya dalam vakum. Definisi meter adalah jarak yang ditempuh oleh cahaya dalam vakum dalam selang waktu 1/299.792.458 s dengan ketelitian hingga 4/109..

Satuan Massa : Kilogram

kilogram standard  yang mejadi SI

Yang menjadii standar satuan kilogram adalah kilogram standard (gambar di atas) yang disimpan di lembaga Timbangan dan Ukuran International. Dengan teknik pengukuran modern, kilogram standard dapat dibuat ulang dengan ketlitian 1/108.

Satuan Waktu : Sekon

Satuan waktu telah diatomkan. Satu sekon didefinisikan sebagai selang waktu yang diperlukan oleh atom sesium-133 untuk melakukan getaran sebanyak 9.192.631.770 kali dalam transisi antar duat tingkat energi di tingkat energi dasar. Satuan sekon dapat dibuat atau diproduksi ulang dengan ketelitian 1/1012.

Satuan Kuat Arus Listrik : Ampere

Satu ampere didefinisikan kuat arus tetap yang jika dialirkan melului dua buah kawat yang sejajar dan sangat panjang dengan tebal yang dapat diabaikan dan diletakkan pada jarak pisah 1 met3er dalam kondisi vakum akan menghasilkan gaya 2×10-7 newton pada setiap meter kawat.

Satuan suhu : Kelvin

Yang menjadi satuan standar suhu termodinamika adalah kelvin bukan celcius. Satuan yang disingkat dengan huru K ini didefinisikan sebagai 1/273,16 kali suhu termodinamika titik tripel air (titik tripel air = 273,16). Titik tripel air ini adalah suhu di mana air murni berada pada keadaan seimbang antara es dengan uap jenuhnya.

Satuan Intensitas Cahaya : Kandela

Satuan ini didefinisikan intensitas cahaya dari suatu sumber cahaya uang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540 x 1012. hertz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 watt per steradian dalam arah tersebut.

Satuan Jumlah Zat : Mole

Mole atau yang disingkat (mol) alah jumlah zat yang mengandung unsur elementer zat tersebut dalam jumlah sebanyak jumlah atom karbon dalam 0,012 kg karbon-12.

sumber : Fisika Untuk SMA Kelas X Marthen Kanginan

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Satuan Besaran Pokok Menurut Standard Internasional (SI)