Analisa Karbohidrat Dalam Bahan Makanan

Friday, August 26th 2016. | kimia

Dalam ujian praktikum kimia, pernahkah sobat melakukan analisa karbohidrat dalam bahan makanan? Analisa karbohidrat terdiri dari dua metode yaitu analisa kualitatif dan analisa kuantitatif. Nah berikut akan kami paparkan beberapa uji kimia yang dapat digunakan untuk menganalisa secara kualitatif apakah dalam suatu bahan makanan mengandung karbohidrat atau tidak.

Analisa Karbohidrat dalam Bahan Makanan

Analisis Kualitatif

Uji Antron

Sebanyak 0.2 ml larutan contoh didalam tabung reaksi ditambahkan kedalam larutan antron (0.2% dalam H2SO4 pekat). Apabila timbul warna hijau atau hijau kebiruan menandakan adanya karbohidrat dalam larutan contoh ( sampel bahan makanan yang sudah dilarutkan). Uji ini sangat sensitif sehingga juga dapat memberikan hasil positif  jika dilakukan pada kertas saring yang mengandung selulosa. Uji  antron  juga telah dikembangkan untuk uji kuantitatif yaitu secara calorimetric untuk glikogen inulin dan gula dalam darah.

Uji Barfoed

Pereaksi  terdiri dari kupri asetat dan asam asetat.  5 ml pereaksi tersebut dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 1 ml larutan sample atau yang akan diujikan. Letakkan tabung reaksi tersebut dalam air mendidih selama 1 menit. Apabila terbentuk endapan berwarna merah oranye menunjukkan adanya monosakarida dalam sample.

Uji Benedict

Pereaksi  uji ini terdiri dari kupri sulfat, natrium sitrat dan natrium karbonat.  5 ml pereaksi tersebut dimasukkan kedalam tabung reaksi dan ditambahkan 8 tetes larutan sample atau yang akan diujikan. Kemudian tabung reaksi ditempatkan dalam air mendidih selama 5 menit. Apabila terbentuk endapan berwarna hijau, kuning, atau merah oranye menunjukkan adanya gula pereduksi dalam sample.

Uji Orsinol Bial-HCL

Ke dalam 5 ml pereaksi ditambahkan 2-3 ml larutan sample, kemudian dipanaskan sampai muncul gelembung-gelembung gas di permukaan larutan. Apabila timbul endapan dan larutan berwarna hijau menandakan adanya pentosa dalam sample.

Uji Hayati

Untuk uji ini pereaksi terdiri dari garam Rochelle atau kalium natrium tartrat, gliserol, dan kupri sulfat. Proses pengujiaannya sama dengan uji benedict.

Uji Iodin

Dalam uji Iodin ini, larutan yang akan diuji (sample) diasamkan dengan HCL. Sementara itu dibuat juga larutan iodin dalam larutan KI. Kemudian larutan sample sebanyak satu tetes ditambahkan kedalam larutan iodin. Hasil dari uji ini adalah sbb:

  • Apabila timbul warna biru menunjukkan adanya pati
  • Apabila timbul warna merah menunjukkan adanya glikogen atau eritrodekstrin.

Uji Molish

Masukkan 2 ml larutan sample dalam tabung reaksi kemudian  tambahkan dua tetes pereaksi α-naftol 10% dan dikocok. Tambahkan 2 ml H2SO4 kedalam tabung reaksi tadi secara hati-hati. Dari hal tersebut akan terbentuk dua lapisan cairan dalam tabung reaksi yaitu larutan sample akan berada di lapisan atas. Apabila terdapat cincin berwarna merah ungu pada batas kedua cairan menunjukkan adanya kandungan karbohidrat dalam sample yang diujikan.

Uji Seliwanoff

Uji ini digunakan untuk mendeteksi adanya kandungan fruktosa dalam sample yang diujikan. Untuk melakukan uji ini siapkan terlebih dahulu pereaksinya yaitu 3.5 ml resorsinol 0.5% dicampur dengan 12 ml HCL pekat, kemudian diencerkan dengan air suling menjadi 35 ml. Ambil 5 ml larutan perekasi yang sudah dibuat tadi tambahkan dengan 1 ml larutan sample setelah itu ditempatkan dalam air mendidih selama 10 menit. Warna merah cherry menunjukkan adanya fruktosa dalam sample.

Uji Tauber

Uji ini digunakan untuk menunjukkan adanya kandungan pentosa dalam sample yang diuji. Cara pengujiannya adalah dengan menambahkan dua tetes larutan sample kedalam 1 ml larutan benzidina, kemudian didihkan dan segera didinginkan. Apabila timbul warna ungu menunjukkan adanya pentosa dalam sample.

Sumber : Kimia Pangan dan Gizi, F.G. Winarno 2002







Yuk Bagikan
tags:

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Analisa Karbohidrat Dalam Bahan Makanan