Klasifikasi Jamur

Wednesday, September 28th 2016. | biologi

Setelah kita mempelajari ciri-ciri jamur dan bagaimana reproduksinya, pada artikel kali ini kami akan membahas klasifikasi jamur. Nah apa saja klasifikasinya berikut akan kami uraikan.

Zygomycotina (Jamur Ganggang)

Ciri-Ciri Jamur Zygomycotina:

  1. Merupakan jamur darat dan mudah ditanam
  2. Bersifat saprofit (Mucor mucedo) pada roti, nasi dan bahan makanan lain. Bersifat parasit (Beauveria bassiana) misalnya penyebab penyakit busuk pada ubi jalar.
  3. Hifa tumbuh ditempat lembab dan menghasilkan sporangium (zigosporangium)
  4. Hifa tidak bersekat atau tidak senositik
  5. Dinding sel tersusun atas kitin
  6. Perkembangan aseksual dengan spora. Beberapa hifa akan tumbuh ke atas dan ujungnya mengembang membentuk sporangium. Sporangium yang masak berwarna hitam. Sporangium kemudian pecah dan spora tersebat. Spora jatuh di tempat yang sesuai dan akn tumbuh membentuk miselium baru (Miselium: bentukan kapas berwarna putih seperti di permukaan tempe).
  7. Reproduksi secara seksual dilakukan sebagai berikut:
    Dua hifa yaitu hifa betina (-) dan hifa jantan (+) bertemu, kemudian inti jantan dan inti betina melebur dan terbentuk zigot yang berdinding tebal. Zigot menghasilkan kotak spora yang disebut zigosporangium dan sporanya disebut zigospora. Zigospora mengalami dormansi selama 1-3 bulan. Setelah itu zigospora berkecambah membentuk hifa. (Note: hifa jantan: jika hifa memberi isi selnya, hifa betina jika menerima isi sel).
    klasifikasi jamur,reproduksi zygomycotina

Contoh Jamur Zygomycotina:

  1. Rhizopus sp
    Jamur ini berguna dalam pembuatan tempe. Bagian dari jamur rhizopus sp sebagai berikut:

    • Sporangium: berbentuk bulat, biasanya disebut kantong spora. Fungsi bagian ini adalah untuk menghasilkan spora. Jika spora masak, sporangium pecah hingga spora tersebar terbawa angin dan tumbuh menjadi individu baru.
    • Sporangiofor: hifa yang menjulang keatas, ujungnya mengembung bulat berwarna cokelat kehitaman. Fungsi bagian ini pembawa sporangium.
    • Stolon: hifa antara dua kumpulan sporangiofor
    • Rizoid: mempunyai fungsi menyerap makanan dan air dari substrat.
  2. Mucor sp
    Ditemukan pada kotoran ternak, roti, tanah, buah, dan sayuran yang telah busuk.
  3. Pilobolus
    Terdapat pada kotoran hewan yang telah terdekomposisi.
  4. Beauveria bassiana
    Parasit pada insekta sehingga digunakan untuk membasmi hama secara alami.

Ascomycotina ( Jamur Beraskus)

Ciri-Ciri Jamur Ascomycotina:

  1. Hifa bersekat melintang dan berinti banyak
  2. Bersifat saprofit dan parasit
  3. Spora tidak berflagela dan dibentuk dalam askus
  4. Dinding sel terbuat dari kitin
  5. Perkembangbiakan generatif (seksual) dengan askus, prosesnya sbb:
    • Konidia/spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang bercabang-cabang
    • Satu atau beberapa sel pada ujung sebuah hifa dari miselium vegetatif berdiferensiasi menjadi askogonium ( alat reproduksi betina yang ukurannya menjadi lebih besar). Ujung hifa yang lain dari miselium yang sama atau berbeda membentuk anteridium (alat reproduksi jantan).
    • Askogonium tumbuh menjadi trikogin ( saluran yang menghubungkan askogonium dan anteridium).
    • Nuklei dari anteridium pindah ke askogonium melalui trkogin dan berpasangan pada nuklei askogonium.
    • Setelah inti-inti berpasangan akan tumbuh sejumlah hifa askogonium. Inti-inti dari askogonium pindah ke hifa askogonium. Inti-init membelah secara mitosis tetapi tetap berpasangan.
    • Hifa askogonium bercabang dan berbentuk septa, segmen dekat askogonium berinti banyak dan disebelah ujung berinti dua bagian ini yang akan menjadi bakal askus.
    • Perkembangan hifa askogonium disertai pertumbuhan miselium yang kompak membentuk askokarp.
    • Dua inti bakal askus membentuk inti diploid, bermeiosis menghasilkan 8 spora askus ( askospora). Spora askus dapat tersebar karena angin dan bila jatuh ditempat yang sesuai spora askus akan tumbuh menjadi benang hifa yang baru
      klasifikasi jamur, reproduksi ascomycotina
  6. Repoduksi aseksual
    Dengan tunas, pembentukan konidia, fragmentasi. Warna spora dan konidia bermacam-macam: hitam, cokelat, kebiruan, merah orange.

Contoh Jamur Ascomycotina:

  1. Saccharomyces cerevisiae dan Saccaromyces ovale: digunakan dalam pembuatan tapai, kue, roti dan anggur.
  2. Erysiphe sp: merupakan parasit pada tanaman dengan memunculkan tepung seperti bedak putih dipermukaan daun.
  3. Penicillium vermicullatum: penghasil antibiotik penisilin.
  4. Neurospora crassa: dimanfaatkan dalam pembuatan oncom merah.
  5. Ascobolus scatigenus
  6. Trichoderma reesai: menghasilkan sellulosa sebagai SCP (Single Cell Protein) atau PST (Protein Sel Tunggal)
  7. Aspergilus wentii: untuk membuat kecap.

Basidiomycotina

Ciri-Ciri Jamur Basidiomycotina:

  1. Kelompok jamur yang sangat tinggi tingkatannya
  2. Heterotrof  (saprofit dan parasit)
  3. Hifa bersekat mempunyai saru inti
  4. Memiliki badan buah yang disebut basidiokarp
  5. Reproduksi seksual dengan spora generatif yaitu basidiospora
  6. Reproduksi aseksual dengan membentuk spora vegetatif yaitu konidia.

Contoh Jamur Basidiomycotina:

  1. Volvariela volvacea (jamur merang) : merupakan sumber protein
  2. Auricularia polytrica (jamur kuping) : enak dimakan
  3. Amanita muscaria : hidup pada kotoran ternaak dan menghasilkan racun lalat muscarin
  4. Amanita phalloides : menghasilkan racun lalat phallin
  5. Amanita caesaria, Agaricus campestris, Phleurotus : enak dimakan
  6. Ganoderma lucidum: sebagai obat berbagai penyakit
  7. Lenfinus edodes: dimakan dan obat bagi penderita kanker.
    klasifikasi jamur,jamur kuping

Deuteromycotina

Ciri-Ciri Jamur Deuteromycotina:

  1. Hidup saprofit dan parasit
  2. Hifa bersekat dinding sel dari zat kitin
  3. Belum diketahui pembiakan generatifnya, sehingga disebut jamur tidak sempurna
  4. Reproduksi vegetatif dengan blastospora, arthospora, dan konidia

Contoh Jamur Deuteromycotina:

  1. Moniliasitopila : untuk pembuatan oncom
  2. Aspergillus oryzae: membuat alkohol dan asam sitrat
  3. Aspergillus wentii : membuat kecap
  4. Aspergillus niger : menghilangkan oksigen pada sari buah
  5. Aspergillus flavus : menghasilkan racun aflatoksin yang menyebabkan kematian pada manusia dan ternak
  6. Aspergillus fumigatus: menyebabkan penyakit paru-paru kronis pada unggas
  7. Epidermophyton floocosum : menyebabkan penyakit kaki atlit

Lichenes

Ciri-Ciri Jamur Lichenes:

  1. Merupakan simbiosis beberapa anggota Ascomycotina atau Basidiomycotina dengan algae hijau bersel satu atau sianobacteria
  2. Berbentuk talus tipis
  3. Jamur mendapatkan bahan organik dari fotosintesis algae. Algae mendapatkan air dan mineral dari jamur.
  4. Hidup menempel pada batu-batuan, kulit pepohonan, genting rumah.

Contoh Lichenes:

  1. Pharmelia : hidup melekat pada batu-batuan
  2. Usnea desipoga : obat TBC
  3. Cladonia rengiferina : makanan utama rusa kutub
  4. Roccelia tinctoria : untuk pembuatan kertas
  5. Cetracia islandica : bahan ramuan obat






Yuk Bagikan
tags: ,

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Klasifikasi Jamur