Kalor, Fisika SMP Kelas 7

Friday, December 2nd 2016. | rumus fisika

Dear sobat hitung dimanapun anda berada pada kesempatan yang berbahagia ini mari kita lanjutkan pelajaran kemarin, Ok kita mulai… Berbicara tentang kalor, pastinya tidak lepas dari yang namanya energi panas ,lalu apakah yang dimaksud dengan energi panas itu?

Mari kita simak uraian berikut….

Sebelum mengenal apa itu energi panas , alangkah lebih baiknya sobat mengenal terlebih dahulu apa itu energi, Dalam keseharian kita sering mendengarkan kata berenergi, seperti orang kuat itu memiliki banyak energi, Orang yang kuat mendorong mobil dikatakan sangat berenergi, angin yang mampu mendorong kapal di laut dikatakan memiliki energi, begitupun dengan Aki yang mampu menyalakan motor dikatakan memiliki energi dan seterusnya.

Berdasarkan ilmu fisika energi yaitu, kemampuan untuk melakukan suatu usaha. Kemampuan ini diukur menggunakan variabel waktu dan besarnya usaha yang dilakukan.

Baca juga : Rumus berbagai energi di sekitar kita

Nah,, kita balik lagi ke energi panas,,,

Energi panas

Energi panas yaitu, bentuk energi yang berubah menjadi kalor. Energi panas dapat muncul karena terjadinya perubahan bentuk energi, seperti pada reaksi energi kimiawi matahari yang mengakibatkan munculnya api serta panas yang dapat berpindah secara radiasi.

Ok lanjut ke kalor…..

Pengertian kalor

Kalor yaitu, perpindahan energi dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Secara alami, kalor selalu berpindah / mengalir dari benda yang besuhu tinggi (panas) ke benda yang bersuhu lebih rendah (dingin).

Rumus dan satuan kalor

Satuan ukur kalor yaitu kalori. Satu kalori adalah jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 gram air menjadi 10C. Namun,Dalam SI satuan kalor ialah joule, 1 kalori = 4,2 joule, 1 joule = 0,24 kalori

Rumus Kalor

rumus kalor

Keterangan :

Q : banyaknya kalor yang diperlukanr (J)
m : Massa Benda (kg)
c : Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT : Perubahan Suhu (oC)

Kalor dan Perubahan Pada Benda

Kalor Dapat Mengubah Suhu Zat

Pada dasarnya , setiap benda yang memiliki suhu lebih dari nol, maka benda tersebut memiliki Kalor. Kandungan kalor inilah yang menentukan berapa suhu dari benda tersebut. Apabila sebuah benda dipanaskan, maka benda tersebut menerima tambahan kalor sehingga suhunya jadi meningkat. Sedangkan apabila benda tersebut didinginkan maka benda tersebut melepaskan kalor sehingga suhunya jadi menurun.

Kalor Dapat Mengubah Wujud Zat

beberapa benda jika tambahkan kalor dalam satuan tertentu, benda tersebut akan mengalami perubahan wujud. Contohnya; ketika es dipanaskan (diberi kalor) maka es (dalam wujud padat) itu akan berubah menjadi air ( dalam Wujud cair), dan apabila pemanasan terus dilakukan maka air tersebut juga akan menjadi

Gas. Titik dimana suatu zat akan berubah menjadi Zat Cair dikenal dengan istilah Titik Cair atau Titik Lebur benda.

Kalor Jenis dan Kapasitas Kalor

Menrut hasil penelitian jika kalor diberikan pada dua jenis benda yang berbeda, maka akan menghasilkan suhu yang berbeda pula, misalnya minyak dan air dipanaskan dengan suhu yang beasarnya sama, maka minyak akan mengalami perubahan suhu 2 kali lebih besar dibandingkan air. Ha l Ini dapat terjadi karena benda tersebut memilki kalor jenis yang berbeda.

ZatKalor Jenis
Kal/g oCJ/Kg oC
Air1,004200
Air Laut0,933900
Alkohol0,55230
Minyak Tanah0,52220
Raksa0,033140
Es0,5952500
Alumunium0,214900
Kaca0,16670
Besi0,11460
Tembaga0,093390
Kuningan0,9380
Perak0,056230
Emas0,031130

Apa itu kalor jenis?

kalor Jenis Benda yaitu,  banyaknya jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu 1 kg massa suatu benda menjadi 1 derjat celcius. Satuan dari Kalor Jenis yaitu Kalori / GramoCelcius , dalam Sistem Internasional ditetapkan dengan Joule / KilogramoCelcius. Kalor Jenis dapat dirumuskan sebagai berikut

rumus kalor jenis

Keterangan :

Q : Kalor (J)
m : Massa Benda (kg)
c : Kalor Jenis (J Kg oC)
ΔT : Perubahan Suhu (oC)

Sedangkan kapasitas kalor yaitu jumlah kalor yang dibutuhkan untuk menaikkan suhu suatu zat menjadi 1 derajat Celcius. Jika kalor Q menghasilkan suhu sebesar t maka kapasitas kalor dapat dirumuskan sebagai berikut;

persamaan

PERPINDAHAN KALOR

Seperti yang telah admin terangkan di awal bahwa kalor adalah perpindahan energi dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah. Berikut ini 3 perpindahan kalor yang dapat terjadi, yaitu :

Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan Kalor secara konduksi adalah berpindanya kalor melalui suatu zat perantara (misal, logam) tanpa dikuti perpindahan partikel – partikel dari zat tersebut secara permanen. Misanya; kita memanaskan salah satu ujung logam, maka ujung logam lainnya akan ikut panas mengapa?. karena terjadi hantaran kalor dari suhu tinggi ke suhu rendah. Ketika salah satu ujung logam tadi dipanaskan , maka partikel yang terdapat pada ujung logam tersebut akan bergetar , getaran tersebut akan membuat partikel lain yang terhubung dengannya ikut bergetar. Sehingga mengakibatkan, seluruh partikel logam ikut bergetar walaupun hanya satu ujung logam yang dipanaskan, nah hal ini lah yang menyebabkan terjadinya perpindahan kalor.

Perpindahan Kalor Secara konveksi

Perpindahan kalor secara konveksi yaitu, perpindahan kalor melalui perantara suatu zat yang disertai dengan terjadinya perpindahan bagian-bagian dari zat tersebut.

Konveksi ini bisa terjadi pada zat cair atau gas. Ada dua jenis perpindahan kalor secara konveksi, yaitu :

  1. Konveksi Alamiah
    Konveksi alamiah adalah konveksi yang dipengaruhi oleh gaya apung tanpa disertai faktor luar, dan disebabkan oleh karena adanya perbedaan dari massa jenis suatu benda. Contohnya adalah pada kita melakukan pemanasan pada air, massa jenis partikel air yang sudah panas akan naik menjauh dari api dan digantikan dengan segera oleh partikel air lain yang suhunya lebih rendah . Proses ini lah yang mengakiibatkan seluruh piartikel zat cair (air) tersebut akan panas sempurna.
  2. Konveksi Paksa
    Konveksi paksa ialah, konveksi yang terjadi karena adanya faktor pengaruh dari lluar (seperti tekanan), dan perpindahan kalor dilakukan dengan cara disengaja/dipaksakan. Artinya aliran panas kalor dipaksa untuk menuju ke tempat yang ingin dituju dengan bantuan faktor luar seperti tekanan. Misalnya; pada kipas angin yang membawa udara dingin ke tempat yang panas, juga radiator mobil yang memiliki 1
    sistem pendingin mesin.
  3. Perpindahan Kalor Secara Radiasi
    Perpindahan kalor secara Radiasi yaitu, proses perpindahan kalor yang tidak menggunakan zat perantara apapun. Perpindahan kalor secara radiasi sangat berbeda dengan perpindahan secara konduksi maupun konveksi. Pada Radiasi, agar terjadinya proses perpindahan kalor, kedua benda tidak harus bersentuhan sebab kalor dapat berpindah tanpa melalui zat perantara. Maknanya, kalor tersebut akan di pancarkan ke semua arah oleh sumber panas, dan akan mengalir ke semua arah. Contohnya; saat kita dekat dengan api unggun, dari sudut manapun, maka kita tetap akan merasakan kehangatan dari sumber api, contoh lainnya, panas sinar matahari yang sampai ke bumi dan planet – planet lain.

Baca juga : Radiasi Benda Hitam

Pencegahan perpindahan kalor

Perpindahan kalor baik secara konduksi, konveksi, maupun radiasi dapat dicegah dengan cara mengisolasi ruangan tersebut. Contoh sederhana dari penerapan cara ini adalah pada termos. Termos digunakan untuk menjaga suhu air agar tetap panas dengan cara mencegah perpindahan kalornya.

termos untuk mencegah perpindahan kalor

Kalorimeter

kalorimeter

Kalorimeter terdiri dari dua buah bejana yang terbuat dari tembaga yang kalor jenisnya belum diketahui. Bejana tembaga kecil diletakkan dalam bejana lain yang lebih besar. Dengan tujuan kedua buah bejana agartidak bersentuhan, diantara kedua bejana tersebut diletakkan isolator sebagai bahan penyekat kalor, misalnya gabus. Bahan isolator inilah yang berfungsi menahan kalor yang ada di dalam kalorimeter agar tidak keluar serta tidak ada kalor lain yang masuk dari luar. Umumnya tutup yang sering dipakai terbuat dari bahan kayu yang juga dapat berfungsi sebagai isolator yang baik. Pada tutupnya terdapat dua buah lubang yang digunakan untuk meletakkan termometer dan pengaduk. Pada waktu sampel logam dimasukkan ke dalam kalorimeter, air di dalamnya tidak perlu diaduk supaya sistem dapat mencapai keseimbangan termal dengan segera. Batang pengaduk biasanya dirbuat dari bahan yang sama dengan bahan pembuat bejana kalorimeter.







Yuk Bagikan

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Kalor, Fisika SMP Kelas 7