Cara Menghitung PPh Pasal 25

Saturday, December 29th 2012. | umum
advertisement

Cara Menghitung PPh pasal 25 – PPh pasal 25 pada dasarnya merupakan mekanisme yang membantu wajib pajak orang pribadi maupun badan pajak membayar pajaknya dengan menggunakan angsuran. Angsuran PPH pasal 25 sangat membantu menjaga liquiditas perusahaan terutama di masa pembayaran PPh badan. Lalu bagaimana cara menghitung PPh pasa 25? berikut contoh soal dan jawaban cara menghitung pph pasal 25.

Contoh Soal Menghitung PPh pasal 25

PT RIZQI

TAHUN PAJAK 2009

 Penjualan

1. Penjualan bruto                                                                              Rp.    63.140.000.000

2. Retur Penjualan                                                                              Rp.      5.940.000.000

Pembelian dan Persediaan

1. Pembelian                                                                                          Rp.    46.376.000.000

2. Persediaan awal                                                                              Rp.        1.320.000.000

3. Persediaan akhir                                                                             Rp.       2.200.000.000

4. Retur Pembelian                                                                             Rp.           220.000.000

Biaya-biaya

1. Gaji dan tunjangan lainnya                                                             Rp.      1.670.000.000

2. Biaya perawatan aktiva                                                                    Rp.            12.000.000

3. Listrik dan telepon                                                                             Rp.          342.000.000

4. Kerugian Kurs                                                                                      Rp.            48.000.000

5. Pajak Bumi dan Bangunan                                                              Rp.            30.000.000

6. Perjalanan dinas                                                                                  Rp.          144.000.000

7. Premi asuransi karyawan                                                               Rp.          230.000.000

8. Biaya Penyusutan                                                                              Rp.           64.000.000

9. Sewa peralatan                                                                                    Rp.            60.000.000

10. Biaya promosi                                                                                   Rp.          200.000.000

11. Cadangan penghapusan Piutang                                                Rp.         450.000.000

12. Bunga Pinjaman                                                                                 Rp.           21.600.000

13. Pengangkutan                                                                                   Rp.         150.000.000

14. Biaya jasa konsultasi hukum                                                         Rp            40.000.000

15. Lain-lain                                                                                               Rp            72.000.000

Penghasilan Lain-lain

1. Penghasilan jasa konsultasi dari PT. Widya (before tax)               Rp.            3.000.000

2. Penghasilan sewa kendaraan dari PT. JMT  (after tax)                 Rp.          19.600.000

3. Penghasilan bunga obligasi dari PT. SUN (before tax)                   Rp.           12.000.000.

4. Penghasilan hadiah dari PT. Gracia (after tax)                              Rp.           42.500.000.

5. Ph dividen dari PT. BJA (kepemilikan 20%)  (before tax)               Rp.          17.000.000.

6. Penghasilan dari Singapura (pajak 20%)                                        Rp           90.000.000

Informasi yang ada adalah sebagai berikut :

  1. Penjualan, pembelian dan beserta returnya sudah termasuk PPN. Persediaan awal dan akhir dicatat juga termasuk PPN didalamnya. Wajib Pajak telah melaporkan PPN sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku.
  2. Didalam penjualan termasuk penjualan sebesar Rp. 536.250.000 kepada Pemerintah Daerah DKI
  3. Didalam pembelian termasuk  pembelian impor dengan Nilai Impor sebesar Rp1.980.000.000 dan bea masuk sebesar 20%. Wajib Pajak menggunakan API dan sudah dipungut PPN dan PPh pasal 22 oleh pihak Bea dan Cukai
  4. Rincian biaya gaji dan tunjangan lainnya
  • Biaya gaji pegawai tetap                                                  Rp980.000.000
  • Biaya gaji komisaris                                                          Rp210.000.000
  • Penggantian pengobatan                                                  Rp  90.000,000
  • Tunjangan transportasi                                                     Rp340.000.000
  • Tunjangan keluarga                                                          Rp  50.000.000
  • Uang transport                                                                  Rp76.000.000
  • Uang penginapan                                                              Rp38.000.000
  • Uang makan                                                                      Rp20.000.000
  • Uang saku                                                                         Rp10.000.000
  • Premi asuransi kesehatan                                                            Rp123.000.000
  • Premi asuransi kecelakaan                                               Rp  36.000.000
  • Premi asuransi jiwa                                                          Rp  15.000.000
  • Iuran Jaminan Hari Tua                                                    Rp  56.000.000
  1. Biaya perawatan aktiva adalah biaya rutin dan perbaikan kecil
  2. Sebagian biaya listrik merupakan biaya listrik mess pegawai sebesar Rp42.000.000 dan biaya pulsa handphone sebesar Rp16.000.000
  3. Keterangan Kerugian kurs : Wajib Pajak mempunyai piutang sebesar US$10.000 dengan nilai tukar Rp10.000. Selama tahun 2009 tidak ada pembayaran piutang dan nilai tukar per 31 Desember 2009 adalah Rp9.750.
  4. Pajak Bumi dan Bangunan atas gedung pabrik dan mess pegawai masing-masing sebesar Rp26.000.000 dan Rp4.000.000 .
  5. Rincian dari biaya perjalanan dinas :
  1. Premi asuransi karyawan dibayarkan kepada Jamsostek dan dana pensiun yang pendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan yang terdiri dari :
  1. Penyusutan dengan metode garis lurus tanpa nilai sisa.

Jenis aktiva tetap

Unit

Kel

Umur komersial

Tgl pembelian

Hrg/unit

Handphone

3

I

5 Th

5 Juni 2006

15.000.000

Kendaraan Operasional

2

II

6 Th

21 Feb 2005

120.000.000

Mebel dan perkakas

10

I

5 th

17 Juni 2006

7.500.000

Keterangan :

  • Handphone dipakai oleh pegawai bagian pemasaran
  • Pada tanggal 20 Oktober 2009, 1 kendaraan operasional ditukar dengan kendaraan operasional dengan harga  sebesar Rp159.500.000 termasuk PPN. Pajak Masukan atas PPN tersebut telah dikreditkan. Wajib Pajak tambah uang sebanyak Rp55.000.000
  • 3 unit mebel dan perkakas dijual dengan harga masing-masing sebesar Rp2.000.000/unit pada tanggal 8 Februari 2009
  • Pada tanggal 6 November 2009, telah selesai dibangun sebuah gudang dan langsung dipakai dengan biaya pinjaman dari bank. Pembangunan gudang dari bulan Januari sampai dengan Oktober  2009
  1. Sewa peralatan dibayar untuk masa 1 Oktober 2009 sampai dengan 31 Maret 2010
  2. Sebagian biaya promosi diberikan kepada Pemda DKI sehubungan dengan HUT Jakarta berupa spanduk produk dari barang sebesar Rp4.000.000.
  3. Realisasi penghapusan piutang sebesar Rp300.000.000 namun sebesar Rp80.000.000 tidak dilaporkan kepada DJP, sisanya sudah memenuhi ketentuan perpajakan yang berlaku
  4. Bunga pinjaman dibayarkan kepada Bank atas pinjaman selama 1 tahun untuk membangun gudang. Pokok pinjaman sebesar Rp180.000.000 dengan bunga sebesar 12% pertahun.
  5. Biaya pengangkutan adalah untuk sewa truk dan gudang masing masing sebesar Rp100.000.000 dan Rp50.000.000
  6. Biaya jasa konsultan hukum diberikan kepada Tn. Catur sebagai pengacara
  7. Biaya lain-lain terdiri dari :
    1. Biaya restribusi kebersihan dan keamanan           Rp28.600.000
    2. Pajak Air Tanah                                                       Rp  7.400.000
    3. Lokakarya  pegawai tentang ”ISO 2100”               Rp21.000.000
    4. Fiskal Luar negeri pegawai                                     Rp15.000.000
  8. Penghasilan dari jasa konsultasi, sewa kendaraan dan hadiah  bersifat tidak teratur
  9. Kompensasi kerugian Rp55.000.000 tahun sebelumnya yang masih bisa dikompesasikan
  10. Pajak Pajak
    1. PPh pasal 25 yang sudah dibayar Rp12.400.000/tahun
    2. STP PPh pasal 25 yang sudah dibayar dengan rincian : Pokok Pajak Rp. 200.000 dan bunga sebesar Rp. 20.000.
    3. PPh pasal 23 yang disetor ke kas Negara sebesar Rp1.200.000
    4. PPh pasal 21 yang disetor ke kas Negara sebesar Rp24.560.000

Diminta :

  1. Hitung Penyusutan fiskal untuk tahun pajak 2009
  2. Hitung PPh terhutang atau PPh kurang (lebih) bayar tahun 2009
  3. Hitung PPh Pasal 25 tahun 2010 dan bagaimana cara menghitung PPh pasal 25

JAWABAN

yang perlu dilakukan pertama kali adalah melakukan rekonsiliasi fiskal. Bagaimana cara rekonsiliasi fiskalnya?

Berikut rekonsiliasi fiskal dan cara menghitung pph pasal 25 (file word docx ukuran 55kb), buat sobat yang memerlukannya silahkan email ke rumushitung @gmail.com

Berikut screen shotnya

cara menghitung pph pasal 25

Okey sobat hitung itu tadi cara menghitung PPh pasal 25, semoga artikel cara menghitung pph pasal 25 ini bisa membantu memcahkan kesulitan sobat. :D

advertisement

12 Responses to “Cara Menghitung PPh Pasal 25”

  1. mira says:

    Minta cara pengerjaan soal ini dong? buat latian mau ujian nih..

  2. yuni ismiyati says:

    mohon saya dikirimi penghitungan pajak pph psl 25

    trim’s

  3. Muhamad Dovir says:

    Mohon dapat dikirim untuk perhitungan pph pasal 25 untuk kasus tersebut. terima kasih

  4. dedi cahyadi says:

    mohon dikirim perhitungannya

  5. Handoko says:

    Mas tolong bantuin jawaban / perhitungan nya dong,..
    Terima kasih

  6. Diana Sibarani says:

    Tolong dikirim penyelesaiannya. Thanks

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Cara Menghitung PPh Pasal 25