Sistem Klasifikasi Makluk Hidup Part II

Thursday, July 10th 2014. | biologi

Pengklasifikasian nakhluk hidup dibagi menjadi 2 garis besar, yang pertama adalah klasifikasi berdasarkan kriteria tertentu dan sederhana dan yang kedua adalah klasifikasi berdasarkan kriteria ilmiah yang dilakukan oleh para ilmuwan di bidang biologi berdasarkan pengetahuan dan intepretasi keilmuwan yang bisa dipertanggungjawabkan. Untuk klasifikasi sederhana sobat hitung di rumah juga bisa membuatnya sendiri. Misalnya sobat disodorkan 4 jenis hewan yaitu kucing, ayam, kambing, dan monyet. Sobat bisa saja membuat klasifikasi : mamalia dan non mamlia, berkaki dua dan berkaki empat, atau bisa juga hewan yang bola matanya di depan atau di samping. Berikut ini beberapa keriteria sederhana lain yang bisa digunakan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup

1. Alat Gerak, misalnya kelompok hewan yang bergerak dengan sirip, kaki, perut, atau sayap.

2. Manfaat, misalnya tanaman untuk obat, untuk bahan pangan, untuk pembasmi hama, atau manfaat yang lain.

3. Tempat hidup, misalnya hewan sobat klasifikasikan menajadi hewan hidup di air, darat, air dan darat (amphibi), dan bisa juga hewan yang hidup ditempat yang ekstrem.

4. Ukuran, ukuran makhluh hidup ternyata bisa juga digunakan unttuk klasifikasi tumbuhan seperti pohon, semak, perdu, dan sabana.

Sistem Klasifikasi Makhluk Hidup Ilmiah

 Pengelompokan makhluk hidup secara ilmiah terus mengalami perubahan dari waktu ke waktu seiring dengan berkembangnya pengetahuan dan ilmu di bidang biologi. Sistem ini ada dalam beberapa versi, ada yang diklasifikasikan hanya menjadi dua kingdom dan ada yang sampai enam kingdom, berikut uraiannya.

Sistem Klasifikasi Dua Kingdom

klasifikasi makhluk hidup dua kingdom

klasifikasi makhluk hidup dua kingdom

Sistem ini adalah yang pertama ditelurkan dari penelitian ilmiah. Dalam sistem ini makhluk hidup dikelompokkan menjadi dua kelompok besar yaitu kerajaan tumbuhan atau dikenal dengan nama Kingdom Plantae dan kerajaan hewan atau Kingdom Animalia. Perbedaan utama dari keduanya adalah kemampuan memproduksi makanan sendiri. Kingdom Plantae memiliki ciri mampu membuat makanannya sendiri (autotrof) melalui proses fotosintesis sedangkan kingdom animalia memperoleh makanan dari bahan orgaik yang sudah jadi yang terdapat di lingkungan hidupya.

Sistem Klasifikasi Tiga Kingdom

 Awal kemunculan sistem 3 kerajaan ini adalah semenjak ditemukannya mikroskop. Dengan ditemukannya alat bantu observasi ini, para ilmuwan berhasil menemukan jasad makhluk hidup dengan ukuran yang sangat kecil (renik). Mereka ada yang terdiri dari satu sel (monoselular) atau yang terdiri dari banyak sel (multiselular). Berdasarkan pengamatan lebih lanjut terhadap jasad renik tersebut, ternyawa mereka memiliki ada yang kemiripan sifat dengan tumbuhan ada yang memiliki kemiripan dengan hewan tapi masih  sederhana. Kelompok jasad renik uni dan multiseluler ini kemudian oleh ilmuan dimasukkan ke dalam kingdom tersendiri yang disebut kingdom protista. Jadilah saat itu dikenal sistem klasifikasi 3 kingdom : (1) Plantae, (2) Animlia, dan (3) Protista.

Sistem Klasifikasi Empat Kingdom

Tonggak dari penemuan sistem ini adalah ditemukannya mikroskop elektron oleh Dr. Ernst Ruska bersama rekannya, Bodo von Borries.  Dengan mikroskop ini orang tidak hanya bisa melihat bentuk sel tapi juga bisa melihat hingga ke dalamnya termasuk membran dari inti sel. Dari sinilah ditemukan kerajaan besar makhluk hidup berukuran sangat kecil yang tidak memiliki membran inti sel yang sering disebut prokariot. Sedangkan makhluk hidup lain seperti Portista, Animlia, dan Plantae mempunyai membran inti sel tersebut. Kerajaan besar makhluk hidup tak bermembran inti ini kemudian disebut dengan kingdom monera. Jadilah dalam sistem klasifikasi makhluk hidup empat kingdom dijumpai 4 kerajaan besar, (1) animalia,  (2) plantae, (3) protiste, dan (4) monera.

Sistem Klasifikasi Lima Kingdom

Sistem klasifikasi ini pertama kali dikembangkan oleh seorang ilmuan berkebangsaan Amerika bernama Robert Harding Whittaker. Dalam sistem panca kingdom, oleh jebolan university of illinois ini, kelompok jamur dipisahkan dari kingdom tumbuhan berdasarkan ciri struktur sel dan cara memperoleh makannya. Jamur dipisahkan dan dimasukkan dalam kingdom Fungi. Oleh karena itu, dalam sistem ini terdiri dari 5 kerajaan besar makhluk hidup sebagai berikut:

NoKingdomCiri-Ciri Utama
1Monera (Bacteria)Prokariot, Berukuran Kecil (Renik). Uniseluler
2ProtistaEukariot, Univeluler atau multiseluler sederhana, Autotorof atau heterotrof (heterotrof dengan menelan mangsa atau makanannya)
3FungiEukariot, Sebagian besar multiseluler, Heterotrof dengan cara menyerap zat-zat makanan dari sisa-sisa makhluk hidup yang lain sepeti tumbuhan
4PlantaeEukariot, Multiseluler, Autotrof dengan fotosintesis
5AnimaliaEukariot, Multiseluler, Heterotrof

Sistem Klasifikasi Enam Kingdom

Setelah sistem klasifikasi makhluk hidup lima kingdom bertahan bertahan hampir satu dekade, pada tahun 1973 seorang ahli mikrobiologi bernama Carl Woese bersama timnya dari University of Illinois menemukan satu lagi kerjaan besar bernama Archaebacteria. Para peniliti tersebut memecah kingdom monera menjadi eubacteria dan archaebacteria. Archaebacteria punya perbedaan dengan eubacteria (bakteri). Si archaebacteria lebih mendekati makhluk hidup eukariot. Jadilah dalam sistem kalsifikasi makhluk hidup enam kingdom ini berdiri 6 kerjaan besar: (1) eubacteria, (2) archaebacteria, (3) protista, (4) fungi, (5) plantae, dan (6) animalia.







Yuk Bagikan
tags:

One Response to “Sistem Klasifikasi Makluk Hidup Part II”

  1. […] kita. Diperkirakan spesies jamur ada sekitar 100 ribu lebih.  Kemarin kita telah belajar tentang klasifikasi makhluk hidup. Dalam klasifikasi yang telah kita pelajari tersebut pada awalnya jamur termasuk dalam kerjaan […]

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Sistem Klasifikasi Makluk Hidup Part II