Archaebacteria dan Eubacteria (Klasifikasi Monera)

Monday, July 15th 2013. | biologi
advertisement

archaebacteria dan eubacteriaArchaebacteria dan Eubacteria (Klasifikasi Monera) - Salah satu kingdom dalam klasifikasi biologi adalah monera (bakteri). Buat sobat yang ingin tau lebih jauh tentang monera silahkan baca artikel kingdom monera. Kingdom ini kemudian diklasifikasikan ke dalam 2 kelas yaitu eubacteria dan archaebacteria. Berikut rangkuman biologi singkat tentang kedua kelas tersebut.

a. Archaebacteria

Salah satu ciri khas dari kelas archaebacteria adalah hidup di tempat-tempat yang tidak wajar dan ekstrim. Bakteri yang juga disebut bakteri purba (archaeo = kuno) ini hidup ada yang hidup di tempat yang panas, asam, miskin oksigen, dan tempat ekstrim lainnya. Kelas Archaebacteria berdasarkan habitat hidupnya dibagi mejadi tiga kelompok yaitu

Bakteri Metanogenik

Merupakan jenis Archaebacteria yang tidak memiliki klorofil sehingga tidak bisa memasak makanan sendiri. Satu lagi yang unik dari anggota Archaebacteria ini adalah proses metabolismenya. Makhluk hidup ini menggunakan unsur kimia H2 dan senyawa CO2 untuk membentuk metana atau CH4. Bakteri ini juga akan mati jika disekitarnya terdapat banyak oksigen. Habitat yang cocok untuknya ialah tempat yang sedikit oksigen seperti di rawa-rawa, payau metana, perut sapai dan di tempat sampah.

Bakteri Halofilik

Seperti namanya halofilik, ia suka hidup di tempat yang asin. Dalam bahasa yunani, halo berarti asin dan philos yang berarti suka. Habitat bakteri ini adalah tempat dengan salinitas atau kadar garam yang tinggi seperti di salah satu danau terkenal di Amerika, Great Salt Lake.

Bakteri Termofilik

Jika melihat namanya, sobat hitung pasti sudah bisa menebak di mana habitat archaebacteria ini. Ia hidup ditempat-tempat dengan suhu yang ekstrim untuk ukuran makhluk hidup. Lingkungan paling ideal bagi archaebacteria ini pada suhu 60o C sampai 80o C. Sulfolobus adalah salah satu contoh dari bakteri termofilik. ia hidupa pada kolam geiser yang mengandung sulfur pada kawah-kawah gunung. Dengan mengoksidasi sulfur, ia akan mendapatkan energi untuk aktivitasnya. Aktivitas dari bakteri termofilik bisa menyebabkan warna hijadu pada kolam geiser.

b. Eubacteria

Eubacteria merupakan bakteri yang lebih dikenal dari archaebacteria. Ia dianggap sebagai bakteri yang sejati. Ia sering sekali kita temui di kehidupan sehari-hari, tidak seperti archaebacteria yang hidup di tempat-tempat yang susah.

Ciri dan Struktur Eubacteria

sama seperti ciri dan struktur bakteri pada umumnya, ia umumnya tidak punya klorofil, prokariot, ukuran sangat kecil. Untuk lebih lengkapnya bisa di baca pada kingdom monera.

Cara Perkembangbiakan Eubacteria

Eubacteria berkembang biak dengan melakukan pembelahan tipe biner. Biner artinya satu sel dalam satu kali pembelahan hanya dapat menghasilkan 2 sel baru. Misal ada 4 sel maka setelah pembelahan binner akan dihasilkan 8 sel bakteri. Pembelahan biner berbeda dengan proses mitosi pada sel yang punya membran inti (eukariotik). Dalam pembelahan binner tidak terjadi benang spinnel.

Cara Eubacteria Mendapatkan Makanan

Dalam memperoleh makanan, bakteri ini dibagi menjadi 4 kelompok yaitu

  • Eubacteria Fotoautotrof
    mendapatkan makanan dari proses fotosintesis. Ia memiliki klorofil. Contohnya seperti Cyanobacteria.
  • Eubacteria Fotoheterotrof
    Bakteri ini menggunakan energi cahaya untuk menghasilkan energi untuk hidupnya.Jenis bakteri ini sangat jarang ditemui. Contohnya Rhodospirillum rubrum.
  • Eubacteria Kemoautotrof
    Sumber energi bakteri ini diperoleh dari hasil dari oksidasi senyawa anorganik. Banyak bakteri dari jenis in yang berperan penting dalam siklus nitrogen. Ia juga sangat membantu dalam pembentukan asam amino dan protein. Bakteri nitrifikasi membantu tanaman menyerap nitrat untuk dijadikan nitrogen. Nitrobacter adalah contoh dari jenis bakteri ini.
  • Eubacteria kemoheterotrof
    Ciri khas dari bakteri ini adalah ia mengkonsumsi material organik untuk menghasilkan energi. Jenis bakteri ini banyak dikenal sebagai agen pengurai dari sisa-sisa makhluk hidup. Eubacteria kemoheterotrof juga dikenal bisa menghasilkan sejenis pestisida tanah. Manusia juga banyak memanfaatkannya untuk pembuatan acar mentimu, yogurt, dan keju (lactobacillus).

Klasifikasi Eubacteria

Klasifikasi dari eubacteria cukup banyak. Untuk lebih lengkapnya akan rumushitung sajikan di postingan lanjutan tentang archaebacteria dan eubacteria. Semoga sedikit rangkuman tentang archaebacteria dan eubacteria ini bisa bermanfaat.

sumber : BSE Mudah dan Aktif Belajar Biologi, wikipedia

advertisement

One Response to “Archaebacteria dan Eubacteria (Klasifikasi Monera)”

  1. yosian says:

    pa Materi UTSnya pak hehe :)

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Archaebacteria dan Eubacteria (Klasifikasi Monera)