Tata Nama Senyawa Binner dan Poliatomik

Monday, October 28th 2013. | kimia, rumus kimia

Tata Nama Senyawa Binner dan Poliatomik – Ketika kita akan mengenal seseorang mungkin nama menjadi hal yang pertama yang harus kita ketahui. Jika namanya saja tidak tahu hampir dipastikan ia tidak mengenal dan paham tentang seseorang. Sobat, ini juga berlaku dalam ilmu kimia. Untuk mempermudah kita dalam belajar kimi ada nama-nama yang harus kita pahamai dan hafalkan. Oleh karena itu setiap senyawa kimia memiliki nama yang khas. Semakin khas dan unik nama suatu senyawa maka ia semakin mudah dikenali. Misalnya saja Benzena (C6H6) namanya unik karena mirip dengan nama pesepakbola terkenal. Nama juga mengandung makna tertentu, misalnya “Lintang” yang berarti bintang atau “Lazuardi” yang berarti langit.

Jika nama kita mempunyai arti maka nama senyawa kimia mempunyai aturan. Inilah yang disebut dengan tata nama senyawa kimia, artinya kita tidak boleh sembarangan menamai suatu senyawa. Apa manfaat adanya tata nama senyawa? Yang jelas ia akan membantu mengingat, mencegah duplikasi, dan tidak terjadi salah sebut. Sobat, kali ini kita akan belajar sedikit mengenai tata nama senyawa anorganik.

Senyawa anorganik terbagi menjadi dua golongan besar yaitu senyawa binner dan poliatomik. Keduanya memiliki aturan penamaan yang berbeda.

tata nama senyawa binner dan poliatomik

Tata Nama Senyawa Binner

Yang dimaksud dengan senyawa binner adalah senyawa yang hanya terdiri atas dua buah atom atau unsur. Misalnya seperti garam dapur NaCl, yang terdiri dari dua unsur Natrium dan Klorin. Kenapa senyawa NaCl diberi nama natrium klorida, bukan natrium klorin?

Non Logam dengan Logam

Tata nama senyawa bineer yang terdiri dari unsur logam dan nonlogam penamaan dilakukan dengan cara menyebutkan nama unsru yang depan (yang logam) diikuti dengan nama unru yang kedua (yang non logam) ditambah akhiran -ida.

Contoh

Rumus KimiaNama senyawa
CaOKalsium Oksida
NaClNatrium Klorida
MgCl2Magnesium Klorida
BaOBarium Oksida
KBrKalium Bromida
K2OKalium Oksida

 Perlu sobat ketahui, pada kenyataanyya beberapa logam (teutama logam golongan B) memiliki lebih dari satu bilangan oksidasi seperti tembaga (Cu), besi (Fe), perak (Ag), dan beberapa logam lain. Tata nama senyawa binner logam-nonlogam yang unsru logamnya punya bilangan oksidasi lebih dari satu adalah dengan menyebutkan nama logam dan menuliskan bilangan oksidasinya dengan angka romawi yang diapit tanda kurung baru diikuti dengan nama unsur bukan logam ditambah akhiran ida -ida .

Contoh

Rumus KimiaNama senyawaCara Menentukan
Bilangan Oksidasi
Cu2OTembaga (I) OksidaOksigen mempunyai bilangan oksidasi -2, sehingga untuk bisa netral 2 atom tembaga harus mempunyai bilangan oksidasi +1
CuOTembaga (II) OksidaOksigen mempunyai bilangan oksidasi -2, sehingga untuk bisa netral atom tembaga harus mempunyai bilangan oksidasi +2
FeCl2Besi (II) Klorida2 atom Cl mempunyai biloks total -2 sehingga satu atom Fe memiliki biloks +2
FeCl3Besi (III) Klorida3 atom Cl mempunyai biloks total -3 sehingga perlu atom Fe dengan biloks +3

Non Logam dengan Non Logam

Untuk tata nama senyawa nonlogam dengan nonlogam menggunakan aturan

Jumlah unsur pertama diikuti dengan nama unsur pertama diikuti jumlah unsur kedua diikuti nama unsur kedua ditambah akhiran -ida, kecuali untuk jumlah unsur 1 tidak perlu menyebutkan jumlah unsur di depan nama unsur.

Agar tidak bingung lansung saja sobat hitung simak contoh berikut

Rumus KimiaNama senyawa
COKarbon Monoksida
CO2Karbon Dioksida
P2O5Difosforus Pentaoksida
P2O3Difosforus Trioksida
NO2Nitrogen Dioksida
N2O5Dinitrogen Pentaoksida
CCl4Karbon Tetraklorida

khusus penyebutan jumlah atom mengikuti aturan standard interasional sebagai  berikut

Jumlah
Atom
Sebutan
Latin
Jumlah
Atom
Sebutan
Latin
1mono6heksa
2di7hepta
3tri8okta
4tetra9nona
5penta10deka

Tata Nama Senyawa Poliatomik

Senyawa poliatom adalah senyawa yang terdiri dari lebih dari dua jenis ataom atau unsur. Jika salah satu unsurnya adalah oksigen, maka penamaannya unsur tersebut diakhiri dengan akhiran at atau it. Penggunaan akhiran at atau it tergantung pada jumlah oksigen yang terikat dalam senyawa tersebut. Akhiran it biasanya digunakan untuk jika oksigen dalam senyawa berjumlah lebih sedikit, sebaliknya akhiran at digunakan untuk senyawa yang jumlah oksigennya lebih banyak. Mari simak contoh berikut

Rumus Kimia SenyawaNama Senyawa
KNO2Kalium Nitrit
KNO3Kalium Nitrat
NaNO2Natrium Nitrit
NaNO3Natrium Nitrat
Na2SO3Natrium Sulfit
Na2SO4Natrium Sulfat

senyawa poliatomik juga meliputi senyawa asam dan senyawa basa. Keduanya memiliki aturan penamaan tersendiri.

Tata Nama Senyawa Asam

penamaan asam dengan menyebut nama asam atau hidrogen diikuti dengan menyebutkan nama sisa asam  bisa berupa unsur nonloga atau gugus asam

contoh

HCl dinamakan Hidrogen Klorida atau Asam Klorida
H2SO4 dinamakan Hidrogen Sulfat atau Asam Sulfat
HCN dinamakan Hidrogen Sianida atau Asam Sianida
H3PO4 dinamakan Hidrogen Fosfat atau Asam Fosfat

Tata Nama Senyawa Basa

penamaan senyawa basa dilakukan dengan menyebutkan nama unsur loga dengan diikuti kata hidroksida

contoh

NaOH : Natrium Hidroksida
KOH : Kalium Hidroksida
Mg(OH)2 : Magnesium Hidroksida
Al(OH)3 : Alumunium Hidroksida

Tatanama senyawa kimia masih ada macamnya lagi seperti senyawa karbon, senyawa protein, dan beberapa ada penamaan khusus seperti benzena yang disebutkan di depan. Untuk tata nama senyawa kimia yang lain InsyaAlloh kita lanjut lain kesempatan. Semoga materi yang sederhana ini bisa bermanfaat. Selamat Belajar.







Yuk Bagikan

3 Responses to “Tata Nama Senyawa Binner dan Poliatomik”

  1. sitihardianti says:

    keren bermanfaat banget blognya yg tadinya aku gak ngerti jadi ngerti :) thank’s

Leave a Reply

Artikel Tips Berhitung Terkait Tata Nama Senyawa Binner dan Poliatomik